SKKNI NO 42 TAHUN 2008 – PENETAPAN SKKNI BIDANG K3

Sindahasian.com – Berikut ini adalah SKKNI No 42 Tahun 2008 Tentang Penetapan SKKNI Bidang K3 (Kesehatan Keselamatan Kerja).

LATAR BELAKANG

Sesuai dengan ketentuan dalam Undang-undang No 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, setiap perusahaan wajib melaksanakan upaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja untuk melindungi keselamatan tenaga kerja dan sarana produksi. Untuk itu diperlukan tenaga-tenaga K3 yang profesional dan kompeten dalam mengembangkan, mengkoordinir, memfasilitasi dan melaksanakan program-program K3 dalam perusahaan.

Sehubungan dengan kebutuhan tersebut, diperlukan pembinaan dan pengembangan kompetensi SDM K3 untuk berbagai bidang keahlian dan  bidang kegiatan.

Untuk memenuhi tuntutan dunia usaha baik di dalam maupun tingkat global diperlukan standar kompetensi bagi ahli K3 tersebut yang diakui baik nasional maupun internasional sehingga mampu bersaing dengan tenaga K3 dari luar negeri.

Salah satu bidang kompetensi yang diperlukan dalam dunia usaha adalah Ahli K3 untuk tingkat utama, madya dan muda yang dituangkan dalam SKKNI bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja.

Penyusunan standar kompetensi ini mengacu berbagai standar baik dari dalam maupun luar negeri  sehingga sertifikasi kompetensi yang dihasilkan diharapkan dapat setara dengan kompetensi di negara lainnya.

Draft Kompetensi ini disusun oleh Tim Teknis yang dibentuk oleh Departemen Tenaga Kerja dan Transmigrasi  bersama para pemangku kepentingan K3 seperti dari instansi pemerintah, DK3N, asosiasi pengusaha, kalangan industri, asosiasi profesi K3, lembaga pelatihan K3, dan Serikat Pekerja. Dalam penyusunan SKKNI ini tim mengadop standar kompetensi K3 Australia untuk sertifikat IV, Diploma dan Advanced.

 TUJUAN

Penyusunan standar kompetensi K3 ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi SDM K3 di Indonesia sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas penerapan K3 dalam perusahaan.

SKKNI bidang K3 akan memberikan manfaat bagi seluruh unsur terkait antara lain :

  1. Lembaga Pemerintah

SKKNI akan membantu program pemerintah dalam meningkatkan kinerja K3 nasional dan untuk mengembangkan program pembinaan SDM K3 di Indonesia

  1. Dunia usaha dan Perusahaan

SKKNI membantu perusahaan dalam proses rekruitmen tenaga K3 yang profesional, peningkatan kinerja K3 perusahaan serta dalam penerapan dan pemenuhan perundangan  K3.

  1. Lembaga Pendidikan dan Pelatihan

SKKNI dapat digunakan oleh lembaga pelatihan sebagai acuan dalam mengembangkan program dan modul pelatihan yang terarah dan berkualitas.

  1. Lembaga Sertifikasi Kompetensi

SKKNI merupakan acuan dalam merumuskan sistem pengujian dan sertifikasi dan sebagai alat untuk melakukan assesment kompetensi dan unjuk kerja .

Di samping manfaat di atas, SKKNI akan membantu semua pihak dalam meningkatkan daya saing dalam dunia global khususnya berkaitan dengan SDM K3, sehingga diharapkan kemampuan ahli K3 Indonesia dapat sejajar dengan negara lain yang akan menjadi peluang untuk memasuki dunia kerja global dan sebaliknya sebagai filter bagi tenaga kerja asing yang akan bekerja di Indonesia

Pengertian SKKNI

Pengertian SKKNI  diuraikan menjadi :

  1. Pengertian Kompetensi

Berdasar pada arti estimologi kompetensi diartikan sebagai kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan atau melaksanakan pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja.

Sehingga dapatlah dirumuskan bahwa kompetensi diartikan sebagai kemampuan seseorang yang dapat terobservasi mencakup atas pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja dalam menyelesaikan suatu pekerjaan atau tugas sesuai dengan standar performa yang ditetapkan.

  1. Pengertian Standar Kompetensi

Berdasar pada arti bahasa, standar kompetensi kerja terbentuk atas kata standar dan kompetensi kerja. Standar diartikan sebagai “ukuran” tertentu yang disepakati dipakai sebagai patokan, sedangkan kompetensi diartikan sebagai kemampuan yang dibutuhkan untuk melakukan atau melaksanakan pekerjaan yang dilandasi oleh pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja.

Dengan kata lain, yang dimaksud dengan Standar Kompetensi adalah rumusan tentang kemampuan yang harus dimiliki seseorang untuk melakukan suatu tugas atau pekerjaan yang didasari atas pengetahuan, keterampilan dan sikap kerja sesuai dengan unjuk kerja yang dipersyaratkan.

  1. Pengertian SKKNI

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia yang selanjutnya disingkat SKKNI adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan dikuasainya standar kompetensi tersebut oleh seseorang, maka yang bersangkutan akan mampu: 

  • bagaimana mengerjakan suatu tugas atau pekerjaan
  • bagaimana mengorganisasikannya agar pekerjaan tersebut dapat dilaksanakan
  • apa yang harus dilakukan bilamana terjadi sesuatu yang berbeda dengan rencana semula
  • bagaimana menggunakan kemampuan yang dimilikinya untuk memecahkan masalah atau melaksanakan tugas dengan kondisi yang berbeda.
  1. Kegunaan SKKNI

Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia bidang K3 ini akan digunakan untuk melakukan penilaian terhadap kinerja seorang ahli K3.

SKKNI ini juga dapat digunakan sebagai masukan dalam pengembangan silabus pendidikan K3 di Indonesia sehingga tercapai link and match  antara lembaga pendidikan dengan dunia usaha atau pengguna.

Melalui SKKNI ini akan membantu untuk meningkatkan kualitas SDM K3 Indonesia.

Untuk Lebih Detil isi dari SKKNI No 42 Tahun 2008 ini silahkan Klik dan Download melalui Link Berikut ini => Download SKKNI No.42 Tahun 2008 Bidang K3

Article By :