Pengertian, Fungsi dan Tugas Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Yang Wajib Anda Ketahui!

Pemahaman dan Pengetahuan Dasar LSP (Lembaga Sertifikasi Profesi) – sindahasian.com

Salam Kompeten para sahabat Metamorphosis sekalian, bertemu kembali dengan saya, Sinda Hasian selaku pengelola situs Informasi Training dan Pelatihan berbasis Kompetensi dengan sertifikasi BNSP.  Kali ini, Sinda Hasian akan kembali berbagi sekilas Pengetahuan seputar LSP / Lembaga Sertifikasi Profesi berlisensi dari BNSP (Badan nasional Sertifikasi Profesi).

Sebelum kita melanjutkan apa itu Lembaga Sertifikasi Profesi, saya berharap para sahabat agen perubahan sekalian sudah mengerti Lembaga apa itu BNSP karena masih berkaitan dengan artikel yang akan kita bahas berikut ini.

Jika para sahabat Metamorphosis masih belum tahu apa itu BNSP (Badan nasional Sertifikasi Profesi), Silahkan Baca Artikel Kami yang berjudul: BNSP (Badan nasional Sertifikasi Profesi)

Sekilas Pengertian Lembaga Sertifikasi Profesi atau yang disingkat LSP

LSP merupakan suatu Lembaga Sertifikasi Profesi yang didirikan oleh Industri/Organisasi yang telah mendapat lisensi dari otoritas sertifikasi dalam hal ini BNSP untuk melakukan sertifikasi terhadap Personil pemasok produk/jasanya untuk memastikan dan memelihara Kompetensi yang telah dicapai selama pemasok industrinya, atau LSP yang dibentuk oleh otoritas kompeten untuk mewajibkan sertifikasi kepada jejaring otoritas dibawahnya sebagai acuan dalam memastikan dan memelihara kompetensi pelaksana dari kebijakan negara.  Sebagai acuan normatif dalam pengembangan LSP yaitu pedoman BNSP 2016 dan pedoman BNSP lainnya yang terkait.

Baca juga: Manfaat Sertifikasi BNSP

Ada 3 (tiga) jenis Lembaga Sertifikasi Profesi yang beroperasi di bawah pengawasan BNSP, yaitu:

  1. LSP Pihak 1, dibentuk oleh sebuah industri/organisasi atau lembaga pendidikan untuk mensertifikasi kompetensi karyawannya sendiri atau siswanya sendiri.
  2. LSP Pihak 2, dibentuk oleh sebuah industri/organisasi untuk mensertifikasi  mitranya atau pemasoknya.
  3. LSP Pihak 3, dibentuk oleh asosiasi industri, asosiasi profesi secara kolektif untuk mengases dan mensertifikasi kompetensi pekerja profesional disektor industri masing-masing.

LSP Profisiensi, dibentuk oleh asosiasi industri/profesi untuk memastikan seseorang telah mencapai kompetensi tertentu yang berhubungan dengan profesinya (tujuan kepatuhan).

Dalam pengembangan jaringan Lembaga Sertifikasi Profesi, BNSP melakukan dua pendekatan.  Pendekatan pertama adalah dengan mendorong masyarakat industri untuk membentuk LSP yang mereka butuhkan.  Dan pendekatan kedua adalah dengan mengajak organisasi mapan yang terbukti memiliki rekam jejak baik untuk menjadi Lembaga Sertifikasi Profesi berlisensi.

Kedua model tersebut di atas diharapkan dapat diadopsi oleh masyarakat selama mereka memenuhi standar peraturan yang telah ditetapkan oleh BNSP tentang tata cara Pembentukan dan Pendirian LSP.

Baca: Tata Cara Pembentukan LSP Berlisensi dari BNSP

Monitoring & Evaluasi Kinerja LSP

Bagi Peserta yang telah lulus dan memenuhi semua persyaratan sertifikasi yang ditetapkan oleh BNSP sesuai skema masing-masing sertifikasi yang dipilih, LSP melalui Asesor Penguji yang juga telah memiliki Sertifikasi Asesor Kompetensi dan berlisensi dari BNSP memberikan Rekomendasi kepada BNSP untuk dapat dikeluarkan Sertifikat Kompetensi sesuai Bidang / minat yang diuji oleh asesi tersebut.

Apakah Anda seorang Trainer dan ingin meningkatkan Daya Saing Anda dengan Sertifikasi Trainer berlisensi dari BNSP? Dapatkan pengakuan secara Nasional dan Internasional atas Profesi Anda dengan Sertifikasi: Info Training of Trainer 2017 – Sertifikasi BNSP

Berkenaan dengan industri yang tumbuh dari waktu-kewaktu, dan perubahan lingkungan kerja yang dinamis, maka BNSP harus secara berkala memantau dan melakukan evaluasi terhadap kinerja dari masing-masing Lembaga Sertifikasi Profesi dan TUK (Tempat Uji Kompetensi) melalui mekanisme surveilan.  Pada saat yang sama masyarakat industri juga diwajibkan untuk meninjau kembali SKKNI mereka.  Hal ini membawa konsekuensi bahwa siapapun yang memegang sertifikat, harus secara berkala dipelihara kemampuannya melalui surveilan.  Hanya dengan cara inilah sistem sertifikasi profesional terus menerus dapat dibangun dalam kerangka yang berkelanjutan dan terukur.

Apaka Artikel ini cukup bermanfaat dan membantu Anda? Jika Artikel ini membantu Anda, kami mohon kerjasamanya agar sahabat Metamorphosis berkenan untuk dapat membagikan artikel ini kepada sahabat agen perubahan lainnya yang membutuhkan informasi ini….

Article By :